diriku satu

DIRIKU SATU
Nama saya Nanang Nur Hidayat, nama panggilan saya di kluarga nanang, tapi beda lagi nama panggilanku di tman-teman saya adalah juple, agar lebih singkat lagi panggil saja nang, atau ple, silahkan pilih sesuka hati. Ayah saya bernama Heri dan ibu saya bernama Baryati. Saya anak Satu-satunya dari mereka, Saat ini saya tinggal di kabupaten Subang, tepatnya di Dsn Sukajaya, Desa Kalensari kecamatan Compreng kabupaten Subang Pusat Saya lahir di Subang


Tahun 2003, saya mulai memasuki bangku sekolah dasar. Saat itu saya bersekolah di  SDN Mekarjaya, selama 6 tahun saya belajar hingga saya lulus pada tahun ajaran 2008/2009 Setelah itum tahun 2009/2010 saya melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi di SMPN 2 Compreng, selama tiga tahun saya berangkat sekolah ketempat tersebut  menggunakann sepedah motor sama keponakan saya namanya Bayu Albayan. Saat itu saya memang merasa lelah dan berat dalam mencari ilmu, namun saat itu pula saya sadar, betapa nikmatnya hidup yang diberikan Tuhan saya, yaitu Allah swt., kepada saya. Sebab saya tahu diluar sana masih banyak anak-anak yang bahkan merasakan bangku sekolah dasarpun tidak, apalagi melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi seperti saya.


Tahun ajaran 2012/2013 saya lulus dari SMP tersebut dan melanjutkan sekolah lagi di SMKN 1 Pusakanagara Pusat. Disinilah saya mulai membangun cita-cita, mimpi dan harapan saya kedepan.

Cita-cita berawal dari mimpi
Ketika saya duduk dibangku kelas X, saya mendapat sebuah pertanyaan yang sebenarnya sering saya dengar dan sering pula saya jawab, namun tak pernah memikirkannya lebih jauh lagi. Pertanyaannya sederhana, tetapi tetap saja membuat saya berpikir 1000 kali lagi untuk menjawabnya, pertanyaan itu adalah: cita-cita kamu mau jadi apa? …
Saya ingat, pertanyaan tadi sebenarnya sudah terlontar sejak saya masih kanak-kanak dan saat itu pula saya sudah bisa menjawabnya. Bedanya dengan sekarang, saya menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah keyakinan atas dasar pemikiran saya sendiri.
Dulu, saya menjawabnya asal. Hari ini saya jawab ingin menjadi dokter, besok saya jawab ingin menjadi guru, esoknya lagi saya menjawab menjadi penata Polisi, esoknya lagi saya jawab ingin menjadi arsitektur, begitulah seterusnya.
Setelah itu, sayapun lebih berhati-hati dalam menentukan cita-cita juga mencari jati diri saya. Alhamdulillah, sayapun kini menemukannya.
Saya ingin menjadi orang yang berguna terutama bagi keluarga, teman, maupun orang terdekat saya di sisi lain saya ingin mejadi seorang penulis.
Mengapa? Hal tersebut sebenarnya berkaitan dengan kegemaran saya dalam membaca, berbagai jenis buku saya akan baca, namun yang lebih saya minati adalah Novel yang bertemakan pengorbanan dan persahabatan. Bukan hanya itu. Saya juga gemar mengkhayal, barmain dalam ‘mimpi’ dan saya pikir, dari pada saya asyik sendiri bermain didunia fantasi, lebih baik saya berbagi keasyikkan itu dengan yang lainnya. Yaitu melalui cerita yang kelak saya tulis dalam bentuk novel. Amin.

Setelah saya lulus dari SMKN 1 Pusakanagara, 2015/2016 saya masuk STMIK (sekolah tinggi manajemen Informatika teknik Komputer) SUBANG di sebelumnya saya harus menentukkan jurusan mana yang saya pilih. Manajemen/informatika/teknik Komputer Singkat saja Lalu saya Mengambil Teknik Informatika
I am in science
Awalnya saya merasa enjoy dengan jurusan ini. Setelah beberapa bulan saya jalani, ternyata…. berat. Teknik Informatika dengan sederet Bahasa pemogramanya, Teknik informatika  dengan nama-nama anehnya, HTML, PHP MysQL Javascript dengan hafalannya. Lalu sayapun berpikir kembali. Sepertinya saya salah jurusan, Saat itu saya merasa tidak bisa apa-apa dijurusan Teknik Informatika
Jadi? Mengapa saya mengambil langkah nekad untuk tetap bertahan di Teknik informatika ini? Saat itu saya hanya mengikuti ‘arus’ saja karena keputus-asaan tidak bisa mengambil jurusan Lainya. Namun saat ini saya tahu jawabannya. Itu karena jalanNya.

Pemikiran saya akan ‘salah jurusan’ langsung sirna. Saya yakin, apabila Allah swt. telah memilihkan jalan untuk saya, maka itulah jalan yang benar, saya juga menjadi yakin, bahwa saya bisa dijurusan Teknik Informatika, karena saya ingat sebuah petuah. “Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang diluar kemampuan hambaNya untuk menyelesaikan cobaan tersebut.” Ya kan?!
Dan dikampus sayapun mengikuti Organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan di luar kampus pun saya mengikuti Organisai HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), Disini saya dilatih untuk lebih percaya diri, lebih berani untuk mengemukakan pendapat. Dan disini pulalah saya menemukan motto hidup saya.
“Lebih baik mendatangkan keajaiban, daripada menunggu keajaiban datang.”
Maksudnya saya lebih suka mengejar suatu hal yang dapat mendatangkan keajaiban daripada menunggu suatu hal tersebut, karena hal itu tak akan datang dengan sendirinya apabila kita tidak berusaha untuk mendapatkannya. Dan dengan diimbangi do’a tentunya.

Harapan
Harapan saya tak akan terkabul tanpa restu dari orang-orang yang saya sayangi, yang utama adalah kedua orangtua saya, lalu saudara, guru dan sahabat-sahabat saya yang senantiasa berbagi cerita dengan saya. Dan yang utama dari yang utama adalah Allah swt. tanpaNya aku lemah, tanpaNya aku sesat, tanpaNya aku bukan siapa-siapa.
Terimakasih yang tak terhingga untuk Allah swt. dan kedua orangtua saya. Terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang selalu mendukung saya. Terimakasih.
Satu lagi kutipan favorite saya, datangnya dari otak jenius Albert Einstein.
“hal indah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan.”


Thanks for Reading

Komentar